Kamis, 09 Juli 2015

Masyarakat RT 04 Gadingan Siap Sambut Warganya Yang Mudik



GADINGAN (08/07/2015) – Kebersihan dan keindahan lingkungan masih menjadi topic yang menarik untuk dibahas, apalagi momentumnya sangat tepat yaitu menyambut warga yang mudik lebaran dan persiapan agustusan. Faktor kenyamanan dan keamanan juga menjadi penting untuk mendapatkan perhatian warga.

Hal demikian disampaikan ketua RT 04 RW 08 Gadingan Bp. Kusdiono, pada acara rapat rutin warga bertempat dirumah Bp.H. Daiman Abadi, Senen malam (06/07).

Dijelaskan, dalam menyambut Lebaran 1436 H tahun ini, Bp. Kusdiono meminta warganya agar tetap melaksanakan bersih-bersih dilingkungan masing-masing, hal ini mempunyai keuntungan ganda, selain menyambut pemudik juga untuk persiapan peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun ini.

Begitu pula dengan keamanan lingkungan, diharapkan agar warganya tetap melaksanakan ronda agar lingkungan kita tetap kondusif, sehingga semua warga baik yang domisilinya di wilayah ini maupun warga yang mudik, akan merasa nyaman, aman dan betah tinggal ditanah kelahirannya, harap ketua RT.

Ketua Umum KSU Sejahtera Bp. Nurhadi, SE mengatakan, bahwa pada tahun ini koperasi membagikan simpanan hari raya bagi semua anggotanya sebesar  kurang lebih 18 juta rupiah untuk keperluan hari raya, dana yang dibagikan ini murni tabungan atau simpanan anggota.

Sementara pengurus WKSBM Ngudiraharjo Bp. H.Martono menuturkan bahwa program bantuan untuk menyantuni warga kurang mampu akan dilaksanakan pada tanggal (14/07) dan apabila ada warga yang ingin turut membantu bisa langsung menghubungi dirinya atau langsung kepada ketuanya Ibu Tugirin RT 06 Gadingan, tuturnya.

Acara dilanjutkan dengan laporan bendahara RT, seksi humas, sosial pembangunan, laporan keuangan koperasi, masukan dan usulan warga serta diakhiri dengan pembagian simpanan hari raya. (br)


HUMAS G4 

Jadikan Rumah Kita Rumah Al-Qur’an



GADINGAN (06/07/2015) – Kita semua tidak tahu tentang umur kita, tidak disangka-sangka dan sewaktu-waktu Allah SWT akan menghentikan umur kita, untuk itu kita harus tetap mendekatkan diri kepada Allah, agar mendapatkan barokah, mendapatkan umur yang panjang dan rezeki yang halal, untuk bekal kita yang pada suatu saat nanti dipanggil oleh Allah SWT.

Hal tersebut disampaikan Bp. Drs. Syaiful Hadi, S.Ag.,MPd.I dari Kantor Kemenag Kabupaten Kulon Progo, dalam ceramahnya pada acara Peringatan Nuzulul Qur’an 1436 H, bertempat di Mushola Soko Tunggal, Gadingan, Wates Kulon Progo, Minggu malam (05/07).

Lebih lanjut Bp. Syaiful mengatakan, seperti yang terjadi di medan baru-baru ini, semua penumpangnya meninggal dunia, kita tidak pernah tahu kalau akan meninggal pada saat itu, bahkan keluarganyapun tidak tahu. Untuk itu marilah kita mencari sebanyak-banyaknya bekal, untuk mempersiapkan diri apabila Allah memanggil kita, sebaik-baik bekal adalah Tagwa kepada Allah SWT.

Semua perintah Allah itu akan mengarah kepada ketaqwaan, mengarah kedekatan kita kepada Allah SWT, semua perintah Allah, sholat, zakat dan ibadah lainnya mengarah kepada ketaqwaan, tetapi yang tertulis secara tekstual dalam Al-Qur’an (laallakum tattakun)   itu hanya ibadah Puasa. Apabila kita menjalankan puasa benar-benar dalam satu bulan yang imaman wahyu sa’ban insya’allah kita akan menjadi pribadi-pribadi yang muttaqin.

Melalui tema “ Tingkatkan Kualitas Diri Menyambut Kemenangan Sejati “, kita selalu diharapkan dekat dengan Al-Qur’an senang membaca Al-Qur’an, jadikanlah rumah-rumah kita menjadi rumah Al-Qur’an. Allah memberi Al-Qur’an kepada manusia untuk tuntunan hidup manusia agar bisa selamat, aman, sejahtera baik di dunia maupun di akhirat.     

Pada bulan puasa ini, biasanya mulai tanggal satu sampai tanggal delapan belas, di masjid, mushola jamaah yang sholat tarawih relative penuh dan stabil, namun semakin hari semakin berkurang, bahkan berkurang hingga empat puluh persen. Keadaan ini sangatlah berbeda jika dibandingkan dengan swalayan yang makin hari makin ramai.  katanya, sindir beliau.

Dianjurkan, kita selaku umat islam mari kita berprilaku sesuai ajaran islam, jangan meniru-niru orang asing yang tidak suka kalau islam itu berkembang. Misalnya, pada acara jamuan makan, minum, kalau menikmati hidangan upayakan makan sambil duduk jangan berdiri, gunakan tangan kanan, karena hal itu tidak sesuai dengan ajaran islam dan tidak mencerminkan budaya bangsa kita.
 
Sebelum mengakhiri ceramahnya ditekankan untuk semua jamaah yang hadir bahwa tiada hari tanpa Al-Qur’an, tiada hari tanpa baca Al-Qur’an, tiada hari untuk mencoba mengamalkan Al-Qur’an dan acara ditutup dengan do’a bersama yang dipimpin langsung oleh Bp. Drs. Syaiful Hadi, S.Ag.,MPd.I

Rangkain acara peringatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Khairul Azam sebagai tilawah dan Lia Indrayani sebagai saritilawah, keduanya mahasiswa-mahasiswi UNI Suka Yogyakarta yang pada saat ini sedang KKN di Wates.

Sementara laporan pelaksanaan kegiatan disampaikan oleh Bp. Wahyono, beliau selaku ketua takmir Mushola Soko Tunggal, yang pada intinya pelaksanaan kegiatan ini didukung oleh semua jamaah dan warga sekitar dengan maksud agar dengan adanya kegiatan ini, kita dijadikan ummat yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.

Sedangkan sebagai pembawa acara pada peringatan Nuzulul Qur’an malam ini adalah sdr. Risky Cahya Pratama, sdri. Ambarwati,  Sie Perlengkapan dan Penerima Tamu adalah sdr. Sunarjo, sdri. Lailatul Munawaroh, sdr. Ma’sum Badowi dan Sie Dokumentasi sdr. Ma’sum Badowi. (br)


HUMAS G4 

Pemutaran Film Islami Dan Penyerahan Hadiah Lomba Pada Malam Nuzul



GADINGAN (06/07/2015) – Diawali pemutaran film berdurasi pendek dan dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada anak-anak yang berhasil mengikuti lomba adzan, berhijab, menulis kaligrafi pada acara pengajian peringatan nuzulul qur’an yang diselenggarakan oleh takmir mushola Soko Tunggal, Gadingan Wates tadi malam Minggu (05/07), berjalan meriah, aman serta dipadati para jamaah dan tamu undangan.

Nampaknya panitia penyelenggara cukup jeli didalam mengemas sebuah acara yang berpotensi membosankan dan menjemukan dikarenakan waktu terbuang hanya untuk menunggu acara yang terkadang tak kunjung dimulai. Untuk itu dibuatlah pra acara dan hal ini cukup mendapatkan perhatian dan apresiasi dari jamaah.

Pemutaran film pendek yang menceritakan sepasang muda mudi yang ingin menjalin asmara itu, mengandung konflik terjadinya putus hubungan yang disampaikan oleh si perempuan disebabkan kekasihnya yang sangat malas untuk sholat subuh tepat waktu karena mengutamakan tidurnya. Intinya, marilah kita senantiasa melaksanakan sholat tepat waktu terlebih sholat subuh.

Sementara, pada acara pembagian hadiah untuk anak-nak yang berhasil memenangkan lomba adzan, berhijab dan menulis kaligrafi dimaksudkan untuk member semangat pada anak-nak khususnya, agar sejak dini sudah mengenal, memahami dan menjalankan ilmu agama secara benar, agar kedepannya mereka sudah mempunyai pegangan hidup sesuai syariat agama islam, hal ini harus dilakukan secara terus menerus oleh orang tua masing-masing, supaya para generasi muda ini tidak tergerus dengan era modernisasi yang terkadang jauh dari budaya budi pekerti, etika dan sopan santun.

Sesuai hasil yang telah ditetapkan oleh para juri yang terdiri dari mahasiswa-mahasiswi  UIN Suka Yogyakarta yang sedang melaksanakan KKN di Gadingan, berhasil keluar sebagai juara adalah :

Lomba Adzan juara I sdr. Angga, juara II Muhammad Fahmi Reza, juara III  Aditya Richo Cahya Saputra.  Juara harapan I sdr. Dwi Surya, harapan II Nasrul Ghani Indra Permana,  harapan III Darma Pratama. Hadiah disampaikan oleh Bp. Drs. H. Wiyono Aji Sumarto.

Lomba Kaligrafi juara I sdr. Dimas Atkha, juara II Koiri Ainur Maryam, juara III Nooryl Wahyu Ammalya. Juara harapan I sdr. Kaila Safa S, harapan II Darma Pratama, harapan III Ariel Helmi Nugroho, harapan IV Rayhan Aviv Kus Azhari, harapan V Kinanthi Aulia Virjina Wijaya. Sedangkan untuk Juara favorit I Aditya Richo Cahya  Saputra, favorit II Nasrul Ghani Indra P, dan juara favorit III Muhammad Faizal Anggi H. Hadiah disampaikan oleh Bp. H. Sakin Marwoto.

Sementara untuk lomba Kreasi Hijab keluar sebagai juara I Hanung Salsabila berpasangan dengan Melinda, juara II Lilies Arifah berpasangan dengan Hero, juara III Amalia Nugraheni berpasangan dengan Erin Damayanti. Sedangkan untuk juara harapan I Dianita Mardhany berpasangan dengan Rausyan dan harapan II Gia Cinta Haurnisa Wijaya ber[asangan dengan Pinta Tiara Nantiti. Hadiah disampaikan oleh Ketua Takmir Mushola Soko Tunggal Yaitu Bp. Wahyono.

Pada acara ini dipandu oleh pembawa acara Sdri. Siti Yuliana, mahasiswi UIN Suka Yogyakarta yang sedang KKN di Gadingan Wates, Kulon Progo. (br)


HUMAS G4 

Selasa, 30 Juni 2015

Sosok Warga Yang Toleran Meninggal Dunia



GADINGAN (30/06/2015)Innalillahi wainnailaihi rojiun, telah berpulang ke Rahmatullah dengan tenang Ibu Ngatinem Udiwiyono, pada hari Senin dini hari (29/06) sekitar pukul 02.30 WIB di rumah kediamannya RT 04 RW 08 Gadingan Wates Kulon Progo.

Almarhumah meninggal pada usia 74 tahun dan dikenal sebagai sosok warga yang toleran, ramah dan penuh kekeluargaan dalam bermasyarakat. Ia meninggal disebabkan masuk angin, kata salah seorang keluarganya. 
Sebelum meninggal pada Senin petang, tepatnya habis magrib (29/06) ia sempat berkunjung ke salah seorang keluarganya yang bernama Baitul Muazin.

Almarhumah dikebumikan pada Senin siang (29/06) di Pemakaman Umum Juangen, Kedungdowo, Wates, Kulon Progo dan malam harinya diadakan pengajian Tahlil yang dihadiri warga sekitar, dengan harapan semoga almarhumah Ibu Ngatinem Udiwiyono meninggal dalam keadaan chusnul chotimah. (br)


HUMAS G4